Ketika kita diminta untuk membuat kuitansi atau nota, biasanya selain terdapat besaran angka juga mencatumkan konversi angka menjadi terbilang. Untuk membuat konversi angka menjadi terbilang caranya mudah, ikuti langkah-langkah berikut;
26 November 2013
17 December 2012
Kisi-kisi Ujian dan Contoh-Contoh Soal
Perancangan dan Sistem Basis Data
Apa yang harus dipelajari dan dipersiapkan?
Persiapan dilakukan baik secara jasmani dan rohani mutlak diperlukan sedang hal-hal yang harus dipelajari adalah;
Apa yang harus dipelajari dan dipersiapkan?
Persiapan dilakukan baik secara jasmani dan rohani mutlak diperlukan sedang hal-hal yang harus dipelajari adalah;
- Teori dan praktek tentang Diagram ER (ER-D), yang meliputi cara pembuatan, Atibut dan kardinalitas relasi, simbol/notasi pada ER-D, Transformasi/Pemetaan dari ER-D ke dalam Skema Tabel.
- Aljabar Relasional, yang meliputi cara pembuatan, terjemahan ke dalam bahasa SQL.
- Teori Optimasi menggunakan query tree.
Anda perlu berlatih dengan sungguh-sungguh menggunkan contoh-contoh soal tahun lalu. Berikut contoh-contoh soalnya:
- Gasal 2010-2011, silahkan unduh disini
- Genap 2011, silahkan unduh disini
- Gasal 2009-2010, silahkan unduh disini
- Genap 2009, silahkan unduh disini
- Gasal 2008-2009, silahkan unduh disini
- Genap 2008, silahkan unduh disini
- Sebelum 2008, silahkan unduh disini
Selamat belajar smoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan bagi kita semua,... Aamiiin.
02 October 2012
Rencana Kuliah Gasal 2012
Perkuliahan Gasal 2012, tertdiri atas mata kuliah Perancangan Basis Data (PBD) dan Sistem Basis Data (SBD). Perancangan Basis Data merupakan matakuliah untuk kurikulum lama, sedangakan Sistem Basis Data adalah hasil peninjauan kurikulum lama dan diterapkan untuk kurikulum baru. Mata kuliah PBD hanya terdapat satu kelas, sedangkan SBD terdapat 4 (empat) kelas. Kedua matakuliah ini memiliki materi ajar yang sama dan porsi pengejaran sebanyak 3 SKS.
Evaluasi yang diterapkan untuk kedua mata kuliah ini biasanya menggunakan Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan Tugas. Pada pelaksanaan di semester gasal 2012/2013 tidak menerapkan UTS. Sebagai gantinya terdapat tugas mandiri dan tugas kelompok. Berikut tugas-tugas yang pernah diberikan kepada mahasiswa;
- Tugas 1, merupakan Tugas Mandiri. Mahasiswa membuat resume materi tentang mata kuliah sebelumnya yang tujuannya untuk mengingat kembali materi yang pernah diajarkan. Tugas ini dikumpulkan dalam bentuk catatan tangan maksimal sebanyak 2 lembar kertas folio. Setiap mahasiswa melakukan resume tugas sesuai dengan angka penting dari tiga digit NIM mahasiswa, dengan rumus: (NIM_Angka_Penting MOD 3) + 1 yang hasilnya adalah nomor soal tugas yang harus dikerjakan yaitu tentang;
- Atribut, simbol-simbol pada ER-Diagram
- Atribut, dependensi dan normalisasi
- Pemetaan ER-Diagram ke dalam bentuk skema tabel
- Tugas 2, Tugas Kelompok. Mahasiswa membuat rekaman video dalam bentuk kelompok. pembagian kelompok menggunakan sistem MOD, yang disesuaiakan dengan jumlah mahasiswa dalam kelas.
- Tugas 3, Tugas Mandiri.Mahasiswa membuat blog dengan aturan sebagai berikut;
- Membuat blog dengan tema SBD sesuai tugas buat Video.
- Setiap blog mencantumkan LINKS dari blog kelompok pada Tugas 2 masing-masing.
- Blog mencantumkan video pribadi yang memuat tugas SBD Video
- Unsur yang dinilai adalah konten/materi/isi, variasi, tools, dinamisasi, links sosial media dan links jejaring sosial. Mendapatkan nilai tambah jika menambahkan hal-hal yang menarik/memperindah tampilan blog.
- Tugas dikumpulkan dalam bentuk alamat blog lengkap di portal akademik umk.
- Blog Harus Aktif minimal 100 hari ke depan dimulai dari batas selesai pengerjaan
11 September 2012
Materi Ajar SBD
Kuliah Teori
1. Proses Perancangan Basis Data
2. EER-Model & ER-Model
3. Kontrol Basis Data
4. Basis Data Berorientasi Objek
5. Perkembangan Basis Data Saat ini
Kuliah Praktek
1. Relational Algebra --> Procedural
2. Query Languages --> SQL Server vs MySQL
1. Proses Perancangan Basis Data
2. EER-Model & ER-Model
3. Kontrol Basis Data
4. Basis Data Berorientasi Objek
5. Perkembangan Basis Data Saat ini
Kuliah Praktek
1. Relational Algebra --> Procedural
2. Query Languages --> SQL Server vs MySQL
20 June 2012
Koneksi MATLAB ke MySQL Database
Gunakan data dari database MySQL untuk di program menggunakan MATLAB.
Hal yang membangkitkan niat posting adalah permintaan seorang teman yang ingin tahu bagaimana koneksi database MySQL ke MATLAB. MATLAB yang aku pakai versi 2007a atau Versi 7.4.0, sedangkan MySQL-nya versi 5.0. Sebenarnya sudah lama sekali hal ini saya otak-atik tapi lupa naruh dimana dalam komputerku, akhirnya ketemu.... inilah caranya:
Terdapat beberapa cara dalam koneksinya, setahu saya (yang sdh berhasil digunakan) terdapat dua cara yaitu menggunakan JDBC Driver dan menggunakan ODBC. Langsung saja akan saya uraikan bagaimana cara singkat kode programnya.
A. Menggunakan JDBC Driver.
Terdapat sejumlah syarat atau cara jika ingin menggunakan metode ini yaitu:
- harus punya JDBC Driver dulu, searching dulu di mbah Google.
- pasang JDBC Driver-nya dalam MATLAB, untuk memasangnya harus ditempatkan (di copy) pada folder instalasi MATLAB yaitu di "C:\Program Files\MATLAB\R2007a\java\jarext" (atau sesuaikan dengan drive/folder saat instalasi MATLAB).
- ubah ClassPath dalam MATLAB, editlah file classpath.txt yang berada dalam folder "C:\Program Files\MATLAB\R2007a\toolbox\local". Tambahkan kaliman ini " $matlabroot/java/jarext/mysql-connector-java-3.1.12-bin.jar" dibawah "$matlabroot/java/jarext/xml-apis.jar".
- buat programnya, untuk membuktikan berhasil atau tidaknya, buatlah program menggunakan MATLAB atau m-file dengan kode sebagai berikut;
- clc;
- clear;
- Koneksi = database('NamaDatabasenya','UserName','Password','com.mysql.jdbc.Driver', 'jdbc:mysql://localhost:3306/');
- ping( Koneksi );
- query='select * from NamaTabel';
- Hasilnya= fetch( Koneksi , query);
- close(conn);
Keterangan:
- NamaDatabasenya, UserName dan Password sesuaikan dengan seting ketika instalasi MySQL.
- untuk variabel query: anda dapat merubahnya sesuai keinginan dengan syarat harus memiliki pemahaman dalam bahasa SQL untuk memanipulasi tabel baik menambahkan, menampilkan/pencarian data, merubah maupun menghapus data.
B. Menggunakan ODBC
Cara ini mungkin akan lebih sederhana dibandingkan dengan cara pertama, tetapi sebenarnya memiliki bentuk yang sama, yang membedakan hanya terletak pada koneksinya yaitu dengan cara seting ODBC. Langkah-langkahnya yaitu:
- Install dulu MySQL ODBC kalau tidak punya bisa diunduh di sini, atau jika tidak tersedia cari dulu dari "mbah" Google.
- Seting dulu ODBC untuk memperoleh DSN, dengan cara, Control Panel, Administrative Tools, Data Source (ODBC), klik Add, pilih MySQL ODBC 3.51 Driver, klik Finish, kemudian setinglah nama Data Source Name (DSN), Server, User, password dan jika perlu pilih databasenya langsung.Untuk menguji koneksitasnya klik Test, pastikan koneksi sukses.
- Buat programnya.
- clc;
- clear;
- Koneksi = database('NamaDSN','UserName','Password');
- query= 'select * from NamaTabel'
- Kursor= exec( Koneksi,query);
- setdbprefs('DataReturnFormat','cellarray');
- Kursor =fetch( Kursor );
- NamaKolom = columnnames( Kursor );
- Hasil= Kursor.Data;
Keterangan:
- NamaDSN sesuaikan dengan pada saat seting ODBC pada langkah 2, UserName dan Password sesuaikan dengan seting ketika instalasi MySQL.
- untuk variabel query: anda dapat merubahnya sesuai keinginan dengan syarat harus memiliki pemahaman dalam bahasa SQL untuk memanipulasi tabel baik menambahkan, menampilkan/pencarian data, merubah maupun menghapus data.
- Nomor 6. merubah hasil agar dalam bentuk array
- Nomor 8. menampilkan nama kolom
Jika ada masukan lain atau ada ketidakjelasan paparan saya silahkan kirim komentar. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
08 April 2011
Konsep program pencegah plagiat menggunakan visual basic
Ketika sibuk membuat suatu
artikel teringat tentang plagiat, yaitu menyontek atau meniru bahkan mengakui karya
orang lain tanpa ijin. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1997:775) Plagiarisme atau
sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan
karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah
karangan dan pendapat sendiri. Nah dari hal tersebutlah muncul ide bagaimana
konsep memprogram menggunakan VB 6.0 untuk mendeteksi plagiat. Konsep ini
merupakan konsep yang paling sederhana, yaitu menghitung jumlah kata, jumlah
kalimat dan mencari jumlah dari setiap huruf atau karakter apapun yang ada
dalam suatu teks.
26 May 2010
Skema pengkodean pada Algoritma Genetika (Genetic Algorithm)
Menurut Gen dan Cheng (2000) menyatakan bahwa
dalam merepresentasikan suatu solusi ke dalam kromosom terdapat empat (4) cara, yaitu; 1). menggunakan
pengkodean secara biner, 2). pengkodean bilangan riil positif, 3). pengkodean
bilangan bulat dan 4). struktur data umum. Pada Gambar 1 menjelaskan
representasi tiga pengkodean dari empat pengkodean yang ada. Dalam postingan kali ini hanya akan mengimplementasikan pengkodean menggunakan bilangan biner.
Gambar 1. Skema Pengkodean
Berdasarkan Gambar 1(a)
terdapat tiga individu x1, x2 dan x3 yang diwakili dengan masing-masing tiga gen
dalam panjang kromosom sebanyak
sembilan gen. Pada masalah klasifikasi setiap individu ini mewakili parameter
yang digunakan dalam pengelompokkan.
Pengkodean bertujuan untuk
memperoleh nilai biner dari setiap gen g dengan cara
(persamaan 1) jika bilangan acak x
[0,1) memiliki nilai x > 0.5 maka
gen g=1,
demikian juga sebaliknya. Setiap gen g berupa nilai
bilangan biner 0 atau 1. Representasi setiap individu dengan jumlah gen
tertentu disebut dengan panjang bit.
Gen, M. & Cheng, R., 2000. Genetic Algorithms and
Engineering Optimization. s.l.:John Wiley & Sons, Inc.
02 May 2010
Evaluasi Individu dalam Algoritma Genetika untuk kasus klasifikasi
Evaluasi
individu bertujuan untuk mengukur nilai performansi (fitness) dari suatu individu x. Pada evolusi alamiah hanya individu yang memiliki
nilai fitness yang tinggi yang akan
mampu bertahan hidup. Sedangkan
yang memiliki nilai rendah akan mati. Secara umum fitness f yang digunakan
pada masalah optimasi untuk memaksimalkan nilai fungsi h maka f=h. Tetapi pada masalah klasifikasi yang digunakan adalah
meminimalkan jarak, maka fungsi fitness
adalah f=1/h dari suatu fungsi.
Untuk mengatasi pembagian dengan nol, maka perlu dikalikan dengan bilangan a, yaitu bilangan yang dianggap sangat kecil. Hasil evaluasi
individu untuk meminimalkan fungsi dirumuskan dalam persamaan berikut;
Rumusan
untuk mendapatkan fitness ini sangat
bergantung pada masalah yang akan diselesaikan. Jika rumusan evaluasi untuk
mendapatkan fitnes adalah Eval(Vi) untuk setiap individu Vi(i=1,2,...,N), N adalah
ukuran populasi,
maka nilai fitness dari seluruh individu dalam populasi dirumuskan pada
persamaan berikut
09 April 2010
Langkah-Langkah Algoritma Genetika
Langkah-langkah persiapan secara umum yang harus
dilakukan pada penggunaan algoritma genetika adalah sebagai berikut;
1.
Menentukan
bentuk representasi genetik. Gen dikodekan berdasarkan suatu skema tertentu.
Pengkodean gen dapat direpresentasikan menggunakan:
a. Representasi Bit, allele dari setiap gen hanya dapat
memiliki nilai bilangan biner 0 atau 1.
b. Representasi Floating Point, allele dari setiap gen memiliki nilai
bilangan pecahan riil positif.
c. Representasi Integer, allele dari setiap gen memiliki nilai
bilangan bulat yang biasanya positif.
2.
Menentukan
cara untuk menciptakan populasi awal.
3.
Menentukan
fungsi fitness. Fungsi ini tergantung
pada kasus optimasi yang ingin diselesaikan.
4.
Menentukan
operasi-operasi genetik yang akan digunakan
5.
Menentukan
parameter-parameter pengendali jalannya proses algoritma genetika, yaitu;
a.
Ukuran
populasi (UkPop), yaitu banyaknya individu yang terdapat dalam populasi.
b.
Jumlah
maksimum generasi (Generasi), yaitu jumlah maksimum iterasi yang akan
dijalankan pada algoritma genetik.
c.
Probabilitas
crossover (Pc),
yang menentukan besarnya kemungkinan individu untuk melakukan operasi
pindah silang.
d.
Probabilitas
mutasi (Pm), yang menentukan besarnya kemungkinan
individu terkena mutasi.
e.
Probabilitas
reproduksi (Pr), yang menentukan besarnya kemungkinan
individu untuk melakukan reproduksi.
6.
Menentukan suatu
kriteria untuk menghentikan jalannya algoritma, yaitu:
a. Apabila generasi saat ini telah mencapai
jumlah maksimum generasi.
b. Apabila solusi yang paling optimal telah
ditemukan.
7.
Menentukan
individu terbaik yang terdapat dalam populasi pada saat kriteria pemberhentian
jalannya algoritma terpenuhi.
Setelah melakukan langkah-langkah persiapan secara umum
penggunaan algoritma genetika maka langkah-langkah implementasi Algoritma
Genetika dalam bentuk yang paling sederhana dan hanya menggunakan
operator-operator genetik dasar terdiri dari langkah-langkah berikut (Nurwijaya, 2007):
1.
Bangkitkan
populasi awal yang terdiri dari kromosom-kromosom yang masing-masing mewakili
sebuah individu. Individu-individu dalam populasi awal tersebut dibangkitkan
secara acak.
2.
Langkah-langkah
berikut dilakukan secara berulang hingga kondisi terminasi terpenuhi:
a.
Kalkulasi
dan simpan nilai fitness masing-masing individu dalam populasi sebagai
parameter utama proses seleksi.
b.
Hasilkan
populasi baru dengan melakukan operasi-operasi genetik dasar yang dipilih
secara probabilistik. Untuk setiap operator genetik diberikan suatu
probabilitas tertentu yang menentukan tingkat kemungkinan operator tersebut
terjadi. Individu yang akan mengalami operasi genetik dipilih melalui proses
seleksi.
i.
Reproduksi,
setiap individu memiliki peluang untuk dapat terus berlanjut ke generasi
berikutnya, peluang ini sebanding dengan tingkat fitness individu
tersebut. Operasi ini dilakukan dengan mereproduksi individu tersebut lalu
memasukkannya ke populasi baru.
ii.
Crossover (Kawin Silang), setiap individu memiliki
kemungkinan untuk melakukan perkawinan dengan individu lain yang besarnya
proporsional dengan nilai fitness. Hasil perkawinan adalah dua offspring
yang selajutnya dimasukkan ke populasi baru.
iii.
Mutasi,
Operasi ini menghasilkan individu baru dengan cara melakukan perubahan secara
acak pada kromosom.
3.
Individu
yang memiliki nilai fitness tertinggi dari semua generasi mewakili solusi dari
permasalahan optimal yang didapat saat itu.
Referensi:
Nurwijaya, 2007. Analisis Penggunaan Algoritma Genetika
Untuk Optimalisasi Jaringan Syaraf Tiruan. Bandung: Sekolah Teknik Elektro
dan Informatika, Institut Teknologi Bandung.
20 February 2010
Algoritma Genetika
Kemunculan Algoritma Genetika
dipengaruhi atau terinspirasi dari teori-teori dalam ilmu biologi. Algoritma
genetika dirintis oleh John Holland dan dikembangkan oleh muridnya David
Goldberg. Algoritma Genetika adalah algoritma yang dikembangkan dari proses pencarian
solusi menggunakan pencarian secara acak dan memanfaatkan proses seleksi
alamiah yang dikenal dengan proses evolusi.
Pada proses
evolusi individu secara terus-menerus mengalami perubahan genetik untuk
menyesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Hanya individu-individu yang memiliki performansi yang
baik yang mampu bertahan. Proses seleksi
alamiah ini melibatkan perubahan genetik yang terjadi pada individu melalui
proses perkembangbiakan. Proses perkembangbiakan ini menjadi proses dasar yang
menjadi perhatian utama dengan dasar bagaimana mendapatkan keturunan dari
proses perkawinan yang lebih baik.
Prinsip-prinsip dasar
Proses perkembangbiakan yang
terjadi dalam algoritma genetika tidak terlepas dari istilah-istilah yang
diadopsi dari teori evolusi genetika dalam ilmu biologi. Istilah-istilah yang
berasal dari ilmu biologi yang dipakai dalam algoritma genetika.
Genotype (Gen)
merupakan sebuah nilai yang menyatakan
satuan dasar yang membentuk suatu arti tertentu dalam satu kesatuan. Setiap gen
mempunyai sebuah nilai yang disebut dengan allele
dan berada pada posisi tertentu dalam kromosom yang disebut dengan loci/locus. Allele tersebut dapat berupa angka biner (0/1) atau bertipe floating point tergantung dari bentuk
representasi genetik yang digunakan. Beberapa bentuk nilai-nilai gen dalam algoritma genetika dapat
berupa nilai biner, desimal, bilangan bulat maupun karakter huruf. Lebih lanjut
tentang nilai-nilai gen yang akan digunakan dalam penelitian ini dibahas dalam
bahasan skema pengkodean.
Chromossom (kromosom),
merupakan gabungan gen-gen yang membentuk kesatuan yang mewakili suatu nilai
tertentu. Kesatuan kromosom akan membentuk individu menyatakan satu nilai atau
keadaan yang menyatakan salah satu solusi yang mungkin dari permasalahan yang
diangkat. Seringkali individu-individu yang ada dalam populasi disebut dengan
kromosom (string) yang mempunyai
panjang yang sama. Setiap kromosom terdiri dari gen-gen yang tersusun secara
linier.
Sekumpulan individu yang sejenis
akan membentuk populasi. Populasi
merupakan sekumpulan individu yang akan diproses bersama dalam satu
siklus proses evolusi. Setiap proses siklus evolusi dinyatakan dengan istilah
generasi. Individu dalam sebuah generasi akan mengalami evaluasi untuk
mendapatkan suatu nilai yang dinyatakan dalam istilah fitness. Fitness menyatakan seberapa baik nilai dari suatu individu
atau solusi yang didapatkan.
Menurut Bandyopadhyay dan Pal (2007) menyatakan bahwa
algoritma genetika memiliki karakteristik yang menguntungkan untuk permasalahan
sebagai berikut;
1. Masalah yang tidak atau kurang
adaptif terhadap penyelesaian secara analitik matematis.
2. Masalah yang harus diselesaikan
secara paralel.
3. Solusi yang diharapkan tidak harus
paling optimal tetapi dapat diterima.
4. Dalam keterbatasan waktu, ruang
masalah cukup besar, kompleks dan sulit dipahami.
Referensi:
Bandyopadhyay, S. & Pal, S. K., 2007. Classification and Learning Using Genetic Algorithms: Application in Bioinformatics and Web Intellegence. New York: Springer.
Bandyopadhyay, S. & Pal, S. K., 2007. Classification and Learning Using Genetic Algorithms: Application in Bioinformatics and Web Intellegence. New York: Springer.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Posting Popular
-
Kegiatan mahasiswa angkatan pertama ke pelosok desa (desane Pak Eko) dalam rangka hari raya idul fitri. Babat alas karena tidak tahu jalan p...
-
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Sistem Informasi yang sedang mengerjakan PKL atau Skripsi, berikut jadwal bimbingan saya untuk semet...
-
Setelah kita menggunakan VB 6.0 untuk membuat dan merekam data dalam bentuk file XML, maka pada bagian ini kita akan membuat project Visua...
-
Agar dapat menyelesaikan ujian akhir semester di harapkan mahasiswa memahami dan menjelaskan menggunakan contoh-contoh dari hal-hal berikut;...
-
Evaluasi individu bertujuan untuk mengukur nilai performansi ( fitness ) dari suatu individu x . Pada evolusi alamiah hanya individu yang ...
-
Keluarga dengan 3 orang anak yang semuanya laki-laki dengan usia dibawah 9 tahun pasti cocok buat seru-seruan untuk berlibur. Menjelang ...
-
XML kependekan dari eXtensible Markup Language , dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan pengakuan dari W3C pada bulan Februari 19...
-
Perkuliahan Gasal 2012, tertdiri atas mata kuliah Perancangan Basis Data ( PBD ) dan Sistem Basis Data ( SBD ). Perancangan Basis Data meru...
-
Setelah posting mengenai validasi input menggunakan VB6 ada beberapa permintaan/request tentang validasi input menggunakan VB.NET yang seb...
-
Kuliah Teori 1. Proses Perancangan Basis Data 2. EER-Model & ER-Model 3. Kontrol Basis Data 4. Basis Data Berorientasi Objek 5. Per...


